hari ini saya mendengar sesuatu hal yang cukup menyentil hati saya. that is my Daily Bread.
sebetulnya firman Tuhannya bercerita ttg keluarga. tapi setidaknya ada beberapa yang bisa saya petik .
begini.
orang yang kita kasihi itu, ga bisa berubah sesuai dengan keinginan kita.
maksud?
hemh mungkin ada diantara kita yang punya pacar, sahabat, ade, kakak, dsb. semua yang mereka lakukan itu mungkin menurut kita salah, jadi kita berusaha untuk mengubahnya menjadi apa yang kita inginkan. iya, mungkin juga bagi kita itu ga salah. tapi.. sebenernya ga bisa demikian.
ada cerita nih. seorang remaja perempuan. dia punya pacar, tapi pacarnya itu ga sesuai dengan yang dia harapkan. si cowonya ini hobby tidur , jadinya dia terkesan cuek. nah si cewe ini pingin supaya cowonya itu lebih perhatian ke cewenya, jangan tidur mulu.
dari cerita tersebut, si cewe itu salah ga?
hemh menurut saya begini. kalo dari awal tuh cewe uda tau kalo cowona hobby tidur, aturan dia bisa nerima si cowo itu apa adanya. soalnya kan ga bisa juga dong, si cowo harus berubah menjadi apa yang cewenya inginkan. bukannya harus nerima apa adanya?
contoh lain nih. seorang ibu pingin banget anaknya tuh jadi ahli ekonomi. padahal si anak itu bukan bakatnya di bidang ekonomi. akhirnya si anak nurutin ibunya. tapi yang terjadi dia malah stress n masuk rumah sakit jiwa.
hemh. ini juga cerita yang serupa. kita ga bisa seenaknya mengharapkan seseorang sesuai dengan keinginan kita.
yang saya petik dari semua ini..
kita emang ga bisa mengharapkan seseorang sesuai dengan keinginan kita. itu cuma menunjukkan keegoisan kita sebagai manusia. hal hal yang orang lain lakukan itu belum tentu salah. jadi perubahan itu belum tentu diperlukan.
nahh, yang penting.. kita itu harus bisa membuat perbuatan seseorang itu berkenan di hadapan Tuhan, bukan berkenan di hadapan kita. apa yang dilakukan oleh orang lain itu belum tentu salah dihadapan Tuhan.
kalo misalnya kayak yang diatas tadi, si cowo hobby tidur. itu kan ga salah dong, emang hobbynya begitu. kalo dilihat dari sisi cewe, dia merasa dicuekin >> itu artinya si cewe kan cuma mentingin dirinya sendiri. dia ga bisa nyuruh si cowonya itu berubah cuma karena alesan yang kayak begitu.
tapi, kalo misalnya si cowo tidurnya udah kelewatan, ampe lupa doa, lupa makan, lupa belajar, lupa segala"nya, itu baru perlu dirubah. gabisa selamanya kayak gitu. itu ga berkenan di hadapan Tuhan.
dari contoh kedua, seorang anak itu mempunyai hak untuk menentukan apa yang diinginkannya. harusnya si ibunya itu membimbingnya supaya si anaknya itu tidak salah pilih, dan juga mengajarkannya untuk selalu meminta petunjuk Tuhan agar selalu memimpin langkahnya. bukannya memaksakan kehendak pribadinya.
ya. begitulah. saya ini banyak ngoceh dan cerewet. tapi saya harap yang saya tulis ini bisa berguna bagi siapapun yang membacanya.
God Bless ;)